Share
Duluu....

Sahabat adalah orang yang hampir selalu bersama kita, tempat kita berbagi cerita, berbagi canda tawa bahkan tempat berbagi air mata.
Dia yang paling mengerti bahasa kita, disaat orang lain tak mengerti bahasa yang kita gunakan....
Dia bagaikan bayangan kita yang selalu siap untuk membantu saat kita butuh bantuan.
Sahabat juga adalah orang yang paling tau kelemahan serta kelebihan kita, dia akan menyembunyikan kekurangan kita rapat-rapat dalam hatinya dan menyebarkan kebaikan kita pada semua orang.
Sahabatlah yang selalu menjaga agar kita tak tersisih dari lingkungan kita, dia yang selalu dengan penuh semangat menceritakan pada orang-orang bahwa kita bisa, saat mulut kita terkunci tak bisa bicara…
Dia satu-satunya orang yang bisa mengintip ke dalam hati kita, melihat semua rahasia kita, menyimpan semua kebobrokan kita…
Sahabat tak pernah mencurangi kita, dia akan selalu setia pada kita…Dia selalu ada untuk kita…. Saat dengan sahabat, kita menjadi orang yang sangat bebas… banyak hal yang biasanya tak kita lakukan, tapi jika dengan sahabat mungkin akan kita lakukan.
Sahabat juga memberi kekuatan dan semangat pada kita, mendorong kita untuk melakukan hal-hal positif serta mengingatkan kita jika kita melakukan kekonyolan dalam hidup.
Bahkan sahabat akan berkorban untuk kita, baik kita menyadarinya maupun tidak, karena dalam hatinya kita adalah penguasa… bahkan setelah kita menyakitinya…
Tak terhitung banyaknya pengorbanan seorang sahabat dalam hidup kita, hanya saja karena dia terbiasa ada kita tak merasakannya…


Sekarang ….
Saat sahabat telah memilih penguasa hati yang baru, kita baru menyadari arti keberadaannya dalam hati kita… dia juga penguasa dalam hati kita.. dia pemberi terang dalam langkah kita… dia yang sangat mencintai kita dengan cinta yang luar biasa seperti cinta seorang ibu pada anaknya, adalah juga orang yang kita cintai…
Hati yang luas menempatkannya di tempat tertinggi, sekarang kerinduan itu mungkin mendera kita… kita rindu dengan candanya, rindu dengan kebaikannya, rindu dengan kasihnya…
Sekarang…. Saat jarak terentang jauh, saat waktu tak bisa disatukan, saat dimensi tak lagi sama, saat bahasa yang kita gunakan sudah berbeda… rindu itu membuncah dalam dada…
Sekarang… saat kehidupan yang sebenarnya terbentang di depan kita, kita baru menyadari bahwa kita masih membutuhkan dukungannya… butuh tempat melepas penat, butuh tempat berkeluh kesah, butuh tempat untuk berbagi cerita yang tak bisa kita ceritakan dengan orang lain…
Dari beribu wajah yang kita lihat setiap hari, hanya sedikit yang kita betul-betul peduli…
Dari yang sedikit yang betul-betul kita pedulikan itu, ada lebih sedikit lagi yang akan menyapa kita, dan semakin sedikit yang membalas sapaan kita.…
Dari segelintir yang membalas sapaan kita itu, makin sedikit lagi yang akan bertanya keadaan kita…. Dan hanya tinggal hitungan jari yang akan mau mendengar cerita kita, dan ……….. akhirnya, hanya wajah sahabat kita yang akan membantu kita….
Cintanya seperti cinta kita juga masih tertinggal disudut hati kita masing-masing dan siap untuk dipetik setiap saat… Cinta yang selalu mekar sepanjang tahun... Cinta yang tak mengenal musim, tak kenal mata uang bahkan tak mengenal nama....
Masihkah kita akan melewati kesempatan untuk memiliki sahabat?? Masihkah kita menolak uluran persahabatan dari orang lain??? Setelah alam mengajarkan pada kita bahwa kita membutuhkannya???
Masihkah kita menyombongkan diri untuk tak membalas sapaan orang yang mencoba menawarkan sebuah persahabatan pada kita, yang mungkin saja tersimpan sebuah cinta yang indah dibaliknya??? Cinta dari seorang sahabat yang tak mengenal cemburu dan curiga???
Label: | edit post
1 Response
  1. Subhanallah...
    Ini tulisan yang sangat menyentuh dan memberikan definisi sahabat yang LUAR BIASA.

    Salut untuk Tia!!


Album @94 SMA PAPA
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...