Share


Aku memandang wajah tua itu. Masih seperti dulu, bersemangat, ceria dan yang terpenting di setiap tuturnya adalah doa-doa untukku.  Dia menceritakan bagaimana kehidupannya sekarang yang tak jauh berbeda.  Kerja kerasnya selama ini, meniti karir sebagai pembantu rumah tangga seolah tak ada hasil.  Perempuan itu telah semakin tua, sehingga tak sanggup lagi bekerja rumah tangga.  Yang dia lakukan kini adalah memulung sehingga dia bermukim di komunitas pemulung di bilangan Bintaro. 
“Saya tidak punya tempat mengadu lagi di sana,” ujarnya lirih seraya menyodorkan lembaran kertas yang berisi tagihan atas tunggakan biaya sekolah anaknya.  Aku menatapnya sejenak, seolah tak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut tuanya.  “Semenjak Ibu pindah rumah, hidup saya pun luntang-lantung, tidak ada yang peduli.”  Kalimatnya meluncur bergetar.  Ada kesedihan yang berusaha dikendalikannya.  Tapi akhirnya, Ibu itupun tidak tahan untuk tidak menangis.

“Tolong saya Bu, Iwan harus melanjutkan sekolah,” pintanya di sela-sela isak tangisnya.

Iwan adalah anaknya.  Bahkan saya tidak mengenal nama Ibu tua itu, hanya mengenalnya dengan sebutan Ibu Iwan.  Empat tahun silam, saya berdomisili di Kampung Utan – Ciputat, berdekatan dengan kehidupan Iwan dan keluarganya.  Saat itu, Iwan adalah anak asuh saya.  Apapun masalah sekolahnya, atas izin Allah dapat kami atasi.  Tapi sama sekali aku tidak menduga bahwa setelah aku pindah ke Bekasi, Iwan tidak menemukan orang tua asuh yang lain.

Aku menarik nafas.  Memandang wajah tua itu yang terlihat lelah.  Tidak sedikit jarak yang ditempuhnya untuk menjumpaiku.  Dari Bintaro (provinsi Banten) ke Bekasi (provinsi Jawa Barat) melalui DKI Jakarta, luar biasa!  Demi memperjuangkan pendidikan anaknya.

“Untuk ongkos ke sini, saya meminjam uang ke tetangga, Bu.  Saya rindu sama Ibu, saya harus menyelamatkan sekolah Iwan.”  Suaranya sendu.

Aku tidak dapat berkomentar apapun.  Bila yang berada di hadapanku adalah seorang yang berpendidikan, tentu aku akan melarangnya jauh-jauh mengunjungiku .  Cukup dengan telepon, masalah bisa selesai.  Biaya yang dikeluarkannya untuk ke rumahku, sama dengan penghasilannya satu minggu. Agghh!!

Seperti biasa, aku lalu menenangkannya.  “InsyaAllah, selalu ada rejeki.  Ibu jangan khawatir, saya akan menghubungi pimpinan sekolah Iwan dan akan membantu meringankan beban ini”.

“Terimakasih Bu, terimakasih.” Mata tua itu banjir air mata.  “Allah yang membalas ya Bu, Allah yang membalas.” Lirihnya berkali-kali.  Aku hanya menatapnya haru.  Beberapa saat, aku biarkan dia terisak meluapkan perasaannya.

Peristiwa ini terjadi tahun 2010.  Akupun sudah tidak ingat kapan persisnya.  Namun suatu keajaiban besar terjadi dalam hidupku.  Di pertengahan 2011, atas izin Allah aku mendapatkan Beasiswa Unggulan dari Kemendiknas untuk melanjutkan pendidikan Strata II di Universitas Negeri Jakarta.  Jumlah beasiswa itupun jauh melebihi apa yang pernah aku beri selama ini untuk anak-anak asuhku.  Aku berpikir, ini sungguh menakjubkan, karena statusku bukanlah wanita karir yang sarat prestasi.

Ada seuntai doa yang senantiasa terngiang – ngiang di telingaku.  Doa Ibu Iwan, “Allah yang membalas ya Bu, Allah yang membalas.”

Agghhh. Bu Iwan, tahukah kamu, sekarang Allah telah mengabulkan salah satu doa’mu.  Dia telah memberi balasan istimewa untukku.  Sungguh disisi Allah, sedikit kebaikanpun tidak pernah sia-sia.
Share
Duluu....

Sahabat adalah orang yang hampir selalu bersama kita, tempat kita berbagi cerita, berbagi canda tawa bahkan tempat berbagi air mata.
Dia yang paling mengerti bahasa kita, disaat orang lain tak mengerti bahasa yang kita gunakan....
Dia bagaikan bayangan kita yang selalu siap untuk membantu saat kita butuh bantuan.
Sahabat juga adalah orang yang paling tau kelemahan serta kelebihan kita, dia akan menyembunyikan kekurangan kita rapat-rapat dalam hatinya dan menyebarkan kebaikan kita pada semua orang.
Sahabatlah yang selalu menjaga agar kita tak tersisih dari lingkungan kita, dia yang selalu dengan penuh semangat menceritakan pada orang-orang bahwa kita bisa, saat mulut kita terkunci tak bisa bicara…
Dia satu-satunya orang yang bisa mengintip ke dalam hati kita, melihat semua rahasia kita, menyimpan semua kebobrokan kita…
Sahabat tak pernah mencurangi kita, dia akan selalu setia pada kita…Dia selalu ada untuk kita…. Saat dengan sahabat, kita menjadi orang yang sangat bebas… banyak hal yang biasanya tak kita lakukan, tapi jika dengan sahabat mungkin akan kita lakukan.
Sahabat juga memberi kekuatan dan semangat pada kita, mendorong kita untuk melakukan hal-hal positif serta mengingatkan kita jika kita melakukan kekonyolan dalam hidup.
Bahkan sahabat akan berkorban untuk kita, baik kita menyadarinya maupun tidak, karena dalam hatinya kita adalah penguasa… bahkan setelah kita menyakitinya…
Tak terhitung banyaknya pengorbanan seorang sahabat dalam hidup kita, hanya saja karena dia terbiasa ada kita tak merasakannya…


Sekarang ….
Saat sahabat telah memilih penguasa hati yang baru, kita baru menyadari arti keberadaannya dalam hati kita… dia juga penguasa dalam hati kita.. dia pemberi terang dalam langkah kita… dia yang sangat mencintai kita dengan cinta yang luar biasa seperti cinta seorang ibu pada anaknya, adalah juga orang yang kita cintai…
Hati yang luas menempatkannya di tempat tertinggi, sekarang kerinduan itu mungkin mendera kita… kita rindu dengan candanya, rindu dengan kebaikannya, rindu dengan kasihnya…
Sekarang…. Saat jarak terentang jauh, saat waktu tak bisa disatukan, saat dimensi tak lagi sama, saat bahasa yang kita gunakan sudah berbeda… rindu itu membuncah dalam dada…
Sekarang… saat kehidupan yang sebenarnya terbentang di depan kita, kita baru menyadari bahwa kita masih membutuhkan dukungannya… butuh tempat melepas penat, butuh tempat berkeluh kesah, butuh tempat untuk berbagi cerita yang tak bisa kita ceritakan dengan orang lain…
Dari beribu wajah yang kita lihat setiap hari, hanya sedikit yang kita betul-betul peduli…
Dari yang sedikit yang betul-betul kita pedulikan itu, ada lebih sedikit lagi yang akan menyapa kita, dan semakin sedikit yang membalas sapaan kita.…
Dari segelintir yang membalas sapaan kita itu, makin sedikit lagi yang akan bertanya keadaan kita…. Dan hanya tinggal hitungan jari yang akan mau mendengar cerita kita, dan ……….. akhirnya, hanya wajah sahabat kita yang akan membantu kita….
Cintanya seperti cinta kita juga masih tertinggal disudut hati kita masing-masing dan siap untuk dipetik setiap saat… Cinta yang selalu mekar sepanjang tahun... Cinta yang tak mengenal musim, tak kenal mata uang bahkan tak mengenal nama....
Masihkah kita akan melewati kesempatan untuk memiliki sahabat?? Masihkah kita menolak uluran persahabatan dari orang lain??? Setelah alam mengajarkan pada kita bahwa kita membutuhkannya???
Masihkah kita menyombongkan diri untuk tak membalas sapaan orang yang mencoba menawarkan sebuah persahabatan pada kita, yang mungkin saja tersimpan sebuah cinta yang indah dibaliknya??? Cinta dari seorang sahabat yang tak mengenal cemburu dan curiga???
Share


Masa lalu tak akan pernah kembali, yang kita hadapi adalah saat sekarang ini… tak ada yang lebih penting dari pada saat ini… karena masa lalu adalah memori sedangkan masa depan adalah harapan….
Hal ini tak pernah kusadari sebelumnya… Aku, yang selalu berlari mengejar sesuatu di depanku… Aku ingin menjadi sesuatu seperti dalam gambaranku… Aku ingin menjadi seseorang yang dikenang sebagai seorang yang hebat…. Aku ingin berbeda dari yang lain, karena aku tau… aku istimewa…
Itu dulu… Sampai aku merasa lelah dalam pencarianku, sampai aku berada pada titik nadir hidupku… dan pasrah….
Dalam kepasrahanku….aku tau, apa yang kucari… kenyataan membuka mata hatiku, membuka telinga jiwaku, bahwa yang aku cari ternyata sederhana… Aku ingin hidup tenang dan bahagia….
Apakah itu sederhana???
Ternyata… ya… Sangat sederhana…. Saat aku mendengar degup jantung anakku, saat aku mendengar celotehnya, saat aku mendengar tawanya… Saat aku melihat cinta dimata bulatnya… Saat aku melihat cucur keringat suamiku tercinta… Saat itu hidupku menjadi lengkap dan sempurna….
Tak ada lagi yang kubutuhkan… Tak ada lagi niat untuk berbeda, tak ada lagi niat untuk mencari kesempurnaan, tak ada lagi perasaan ingin berkemas dan pergi ke tempat-tempat jauh…. Semuanya hilang tersapu belaian tangan kecil dalam pelukku…
Aku menyadari sekarang, bahwa bahagia datang disaat kita menikmati apa yang kita punya… mencintai apa yang menjadi milik kita, mensyukuri apa yang diberi Tuhan pada kita… Bahagia ada di dalam hati kita, tak perlu berkelana mencarinya… karena ia akan singgah didalam hati yang bisa mensyukuri hari ini….
Share

Dulu kita yakin bahwa masa pacaran adalah masa penjajak-an… masa mengenal pasangan kita… Sekarang… kita tau bahwa itu tidak benar… Karena orang yang kita pacari ternyata berbeda dengan orang yang kita nikahi…. Mereka memang punya nama, wajah dan tubuh yang sama, tetapi sangat berbeda…

Hal ini membuat kita berfikir ‘ Apakah dia telah berubah??’ atau akan timbul pertanyaan ‘Apakah dia sudah bosan dengan kita’ atau ‘Dia sengaja menipu kita, dulunya??’

Sebenarnya… tidak, kawan…

Dia memang sudah begitu dari dulunya, memang itulah dirinya yang sesungguhnya… Hanya saja, sekarang kita hidup dengannya 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu… hanya itu saja…

Dulu (waktu pacaran…), kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya saat berjumpa dengannya… mandi (kadang bisa 2-3 jam dalam kamar mandi… ga peduli orang lain di rumah juga ingin mandi… ga peduli sabun yang baru dibuka tinggal setengah saja), pakai parfum (kadang nyolong parfum sodara… ga ingat dia akan mencak-mencak kalau ketahuan…), beli baju baru (kadang duit buat beli buku yang dipakai… ntar bukunya foto copy punya teman…), bawa bunga (untuk menarik hatinya, ga peduli kalau itu bunga kesayangan mama…) dan bahkan ada juga yang menyiapin duit lebih dengan membongkar celengan yang rencananya buat beli sepatu… yang akhirnya sepatu sodara yang dipakai berdua (hahaha…)

Ada banyak ritual yang kita lakukan untuk menarik hati pacar kita, agar dia betah berada dekat kita… agar dia mau diajak jalan-jalan (walaupun terkadang cuma ngitari pasar Padang Panjang sebanyak 5-7 kali putaran (orang-orang ada yang suka ngitungin lo… hahaha… baru tau kan???).

Sekarang… setelah dia menjadi pasangan kita (baik suami atau istri atau apapun namanya…), kita tak lagi berdandan habis-habisan… Kita lupa untuk mandi, kita lupa pakai parfum (mo nyolong punya sodara, sodara juga sudah ga dirumah, udah tinggal sendiri…), kita jarang beli baju baru (baju kemaren dipakai sampai besok… karena ga ada lagi duit buku yang bisa dipakai buat beli baju…), kita ga pernah lagi bawa bunga (kalau pasangan minta, biasanya kita ngeles… aaah, bunga duit aja…), bahkan kita sering ngaku ga punya duit (biar istri atau suami ga minta dibeliin macam-macam…).

Itu kenyataan yang kita hadapi sekarang… saran saya, jika anda punya masalah seperti ini :

1. Sebelum pasangan anda pulang (kalau sempat…) mandilah dengan cermat, jika sabun yang ada dikamar mandi sudah 4-5 hari di pakai, bukalah sabun baru… mandilah sampai sabun itu tinggal setengah (jika merasa terlalu lama, boleh dipakai untuk mencuci baju… biar cepat berkurangnya…), jadi anda telah mempertahankan tradisi sewaktu pacaran dulu… Dan mintalah pasangan anda untuk melakukan hal yang sama.

2. Pakailah parfum setiap setengah jam… karena parfum sekarang banyak yang baunya tak bertahan lama… (usahakan parfum itu anda colong dari sodara… sehingga ketika sodara anda datang mencak-mencak anda bisa memperlihatkan pada pasangan anda bahwa anda sama sekali tak berubah…)

3. Belilah baju baru (karena budget buku telah dihilangkan… pakailah budget belanja sehari-hari, jika pasangan anda butuh makan siang atau malam, berilah dia foto copy makanan kemaren… benda ini sangat bermanfaat karena bisa dipakai berulang kali…)

4. Bawalah bunga jika pulang ke rumah, berikan dengan cinta pada pasangan anda (usahakan bunga itu bunga kesayangan mama anda… jika sudah tak ada boleh ambil bunga tetangga anda… yang terakhir ini lebih gampang dan lebih praktis…)

5. Mengakulah bahwa anda selalu punya duit lebih (boleh bongkar celengan anda atau ambil di rekening anda… nanti soal sepatu, anda boleh pinjam punya istri atau suami anda (ini jauh lebih romantis)

6. Terakhir, bawalah pasangan anda mengitari pasar Padang Panjang… dan tunjukkan pada orang yang menghitungnya bahwa sekarang anda mengitarinya 7-9 kali…

Semua itu adalah tips untuk memperlihatkan kepada pasangan anda bahwa anda sama sekali tak berubah… demi dia.. lakukanlah dengan penuh cinta… Moga cinta tetap tumbuh di hati kita…

Share
Waktu SMA, pagi-pagi bergegas ke sekolah... (judulnya mengejar cita-cita...), dibanyak buku ditulis cita-citaku ingin jadi..... 
setiap bertemu dengan guru, guru bertanya...' kamu ingin jadi apa?' bertemu dengan teman ditanya "jadi apo ang bisuak???"... 
   Sekarang, setiap pagi bergegas menyiapkan anak ke sekolah... setiap bertemu orang pertanyaannya 'Lah bara urang anak???', bertemu dengan teman dan guru SMA dulu, pertanyaannya sama 'Lah bara anak??'...
Ndak ado yang batanyo 'Baa cito-cito dulu lai sampai???'...
     Kalau tau seperti ini, selepas SMA aku akan menikah secepatnya... sehingga siapa yang bertanya dengan gampang dijawab... 
'MANANG DEN LAI....'
Share

        Setelah belasan tahun lamanya berkelana. Akhirnya saya kembali pulang ke ranah kelahiran. Bak kata pepatah setinggi- tinggi bangau terbang akhirnya akan kembali pulang ke kubangan.Tetapi yang nama nya kubangan itu selalu becek dan berair, tapi saya lihat kubangan yang saya tingal kan dahulu telah gersang tandus di gerus sang waktu.

       Kawan yang dahulu seiring sejalan, sudah tak bisa di ajak jalan lagi. Karena mereka di sibuk kan oleh kesibukan pribadi dan desakan hidup yang makin kompleks.

        Memang saya lihat beberapa teman sudah ada banyak yang berhasil dan sukses, baik itu di bidang karier maupun di segi finansial. Ada yang menjabat inilah... ada yang jadi pemimpin itulah.. ada yang bisnis ini dan itu.. Entah berapa banyak lagi ke suksesaan yang telah mereka capai...

       Mereka boleh bangga dengan apa yang telah mereka capai dan apa yang mereka miliki, Tapi bagi saya itu belum berarti apa apa. Karena ke suksesaan bagi saya tidak dinilai dari apa yang telah kita miliki, Tapi dari apa yang telah kita berikan pada orang lain.

        Sementara itu, lebih banyak lagi di antara kawan ( teman  yang dahulu sama - sama senasib dan sepenanggunggan dengan kita waktu menuntut ilmu di SMA NEGERI PADANG PANJANG ) hidup susah dan tidak berkecukupan.

        Ada yang harus berjemur terik matahari setiap hari ( ngojeg motor ) untuk mendapatkan sedikit rezeki. Ada yang harus berkubang lumpur dari pagi hingga petang menggarap sawah. Ada yang harus jadi kuli bangunan siang dan malam untuk sesuap nasi.

        Dalam hati saya bertanya.... Di manakah letak kebersamaan kita dahulu ? Apakah status sosial telah menjadi jurang pemisah di antara kita..? Bukankah keadaan kita sekarang ini Ada karena kita pernah bersama dahulu..

         Ada sebuah kisah....
        Saat seorang teman yang hidup susah, ditanya oleh orang lain.
Apakah bapak yang menjabat itu, atau yang menjadi itu , atau pemimpin itu, atau yang memiliki itu adalah teman anda? dengan lirih dia menjawab " dia bukan teman saya " dan dalam hatinya terucap " Kalau dia memang teman saya dia takkan membiarkan saya hidup susah begini "

        Bagai mana perasaan hati anda bila teman anda yang pernah senasib dan sepenanggungan bilang bahwa mereka bukan teman anda ?

        Anda boleh bangga dengan apa diri anda sekarang, tapi teman anda sendiri tak pernah menghargai anda.
Kenapa saat ini harus ada perbedaan di antara kita  ?
Kemanakah rasa kebersamaan kita yang dahulu..?

Apakah kebersamaan itu hanya madu pe manis di bibir saat acara reoni saja.?
Saya heran....
      Bahkan ada beberapa teman yang memanfaatkan teman lain untuk di jadikan pijakan dalam mencapai kepentingan pribadi nya.
     Haruskah kita menjadi serigala - serigala lapar untuk teman kita sendiri ?

        Sekarang kita sudah sama - sama dewasa, bukan anak belasan tahun lagi. Dewasa secara fikiran dan matang akan pengalaman. Bukankah sebaiknya perbedaan itu kita singkirkan. Dan mari memulai kembali kebersamaan dahulu yang pernah kita tinggalkan.
Saya berharap sangat, kita bisa bersatu seperti dahulu lagi.



kalau kita bersatu, apa pun bisa kita lakukan.
Kita bisa taklukkan dunia
kalau memang rasa kebersamaan itu,  Masih tertanam dengan kokoh di hati kita masing masing ...
Share



Luar biasa, belum keluar hasil SNMPTN 2008, tapi 63 dari 170 orang tamatan SMAN 1 Padangpanjang tahun ajaran 2007/2008 sudah diterima pada 7 PTN favorit di tanah air lewat jalur Ujian Masuk bersama (UMB), Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) dan ujian masuk lainnya. Di antaranya 37 orang di Universitas Indonesia (UI) Jakarta, 10 di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogya, 16 lagi di 5 PTN paforit lain.
Inilah prestasi tamatan SMAN 1 Padangpanjang yang kian fantastis. Sebab pada tahun 2007, dari 93 persen di antara 170 orang tamatan SMAN 1 Padangpanjang yang diterima di sejumlah PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di tanah air, baru 16 orang yang diterima di UI. Itu pun sudah termasuk hasil SNMPTN (Waktu itu namanya SPMB: Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Sebelumnya pada 2006 di bawah itu lagi.
Keterangan Kepala SMAN 1 Padangpanjang, Ridwan melalui Wakepsek Bidang Kurikulum, Yeni dan Wakepsep Bidang Humas Muchlis Agus beberapa hari lalu, ke-63 orang alumni SMAN 1 Padangpanjang tahun 2008 itu terbanyak diterima lewat jalur UMB 2008, berikut PMDK dan ujian masuk (UM) lainya.
Rincian kasar penerimaan 63 alumni 2008 SMAN 1 Padangpanjang itu menurut Yenni dan Muchlis Agus, 37 di UI (terbagi 32 diterima lewat UMB, 5 lewat PMDK). Berikut 10 orang di UGM (lewat ujian masuk-UGM), 5 di Unand (4 UMB, 1 PMDK), 5 di Universitas Negeri Jakarta (lewat UMB), 3 di Universitas Sumatera Utara (lewat PMDK), 1 orang lagi di BSM (Bakrie School Manajemen) lewat UM-BSM (rincian detail lihat berita/box terkait).
Tapi itu baru hasil permulaan dari uji kemampuan akademi alumni 2008 SMAN 1 Padangpanjang yang berjumlah 170 orang itu. Sebab ada seleksi yang jauh lebih besar diikuti oleh alumni 2008 SMAN 1 Padangpanjang yakni SNMPTN 2008, yang baru akan diumumkan Agustus 2008. Karena itu kemungkinan jumlah alumni 2008 SMAN Padangpanjang akan lulus masuk UI pada 2008 berpeluang lebih besar dari 37 yang sudah ada itu.
Pada 2007 dari sekitar 170 tamatan SMAN 1 Padangpanjang (waktu itu juga lulus UN 100 persen), sekitar 93 persen berhasil diterima di sejumlah PTN terkemuka di tanah air, di antaranya banyak di UGM Yogya, Unpad Bandung, ITB Bandung, UI Jakarta, Unand Padang, UNP Padang, IPB Bogor, USU Medan, dan lainnya.
Hasil UN 2007/2008
Dibalik kian melejitnya prestasi SMAN 1 Padangpanjang, hasil ujian nasional (UN) 2008 dari 170 orang peserta lulus 100 persen. Itu terdiri lokal unggul Sumbar 2 lokal, lokal unggul Padangpanjang 2 lokal dan lokal reguler 2 lokal. Sedang nilai rata-rata UN 2008 bidang IPA sebanyak 104 orang, Bahasa Indonesia 8,96, Bahasa Inggris 7,95, Matematika 8,56, Fisika 6,75, Kimia 8,40, Biologi 8,00.
Sedang yang dapat nilai 10 untuk Matematik 4 orang, Kimia 2 orang, Biologi 1 orang. Di bidang peserta UN IPS sebanyak 66 orang, nilai rata-rata 8,73, Bahasa Inggris 7,85, Matematik 8,79, Ekonomi 8,34, Sosiologi 8,62, Biografi 6,41.
Contoh prestasi lain, Sumbar pernah meloloskan wakilnya ke Olimpiade Sains Internasional (OSI) bidang biologi yakni 2004 di Sidney dan 2005 di China dengan hasil medali perak, itu tercipta lewat siswa SMAN 1 Padangpanjang, yakni Ihsan Tria Pramanda. Dan tahun 2007, Sumbar mengirim 17 orang utusan ke OSN, sebagian besarnya adalah murid SMAN 1 Padangpanjang.
Di balik terus melejitnya prestasi SMAN 1 Padangpanjang, salah satu yang mengesankan belakangan, selain karena ratusan muridnya hafal Alquran 1 sampai 20 juz, puasa sunat kian jadi tradisi di banyak murid, juga karena istilah mencontek sudah jadi benda haram dan sesuatu yang memalukan.
Menurut Kepala SMAN 1 Padangpanjang, Ridwan Idhma, mencontek sudah dianggap sebagai memalukan oleh siswanya. Ini hasil dari penerapan aturan tentang larangan mencontek. Sekolah bersikap tegas atas tindakan mencontek, mengingat dampaknya sangat buruk, baik terhadap moral, juga prestasi riil akademiknya.
Share





Share













Share



























Share

   Karna sebentar lagi dah mau masuk bulan ramadhan, saya sebagai admin blog @94 SMA papa mengundang kawan kawan @94 untuk online bareng NGOBROL DENGAN GROUP facebook Alumni angkatan 94 SMA negeri padang panjang. Untuk bersilahturahmi dan saling bermaafan sebelum bulan suci ramadhan datang.

   Acara online bareng @94 akan dilaksanakan pada :








Hari Jum'at ( malam sabtu ) tanggal 29 Juli 20011 Jam 20:00

Bagi kawan kawan yang sudah mempunyai facebook sangat diharapkan sekali Untuk online pada waktu tersebut, dan membagikan undangan terbuka ini pada kawan kawan lain sesama @94









Share







Share











Album @94 SMA PAPA
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...