Share
GEMPA
Pada tanggal 28 Juni ’26 kira2 poekoel 10 siang kedjadian gempa besar di negeri kita Kota Gedang. Ketika itoe amatlah teremparnja seisi negeri gedang kecil berpekikan dan bersoesah pikiran karena sebab gempa itoe banjaklah meroegikan, keroegian bagi seisi negeri; sebab banjak roemah-roemah jang terboeat dari batoe dan tembok mendjadi roesak binasa tidak bisa dikediami lagi, demikian lagi mesdjid Djoemaat yang soedah beroesia kira2 80-90 tahoen semasa Injik Basa mendjadi toeankoe Laras di IV Koto, terdirinja sekarang mendjadi roentoeh doea pihak dari dindingnja jang selainnja rengkah2 dan ratak-ratak belaka, boleh djadi jang mendjadikan tidak roentuh karena di dalamnja empat boeah tonggak batoe jang beloem berapa lama diganti sebab dahoeloenja memakai tonggak-tonggak kajoe sadja, oleh karena kekuatan tonggak jang empat boeah itoe mendjadi tertahan roentoehnja, begitoe joega menara jang di moeka mesdjid terseboet rengkah2 belaka, soerau moedik dan soerau dihilir rengkah-rengkah djoega tiada bisa dimasoeki dan soeraunja ankoe Hadji Abdoellah dihilir roeboeh sama sekali rata dengan tanah. Dan lagi mana2 roemah-roemah, dapoer dapoer, djandjang2 dan koelah koelah jang terboeat daripada tembok boleh dibilang sama sekali berasa tiada bisa dipakai lagi, soepaja e.e. pembaca dan sanak saudara jang tinggal di rantau jang tiada sempat melihati hal kesoesahan pendoedoek negeri kita Kota Gedang dengan inilah e.e. akan mempersaksikan dibawah ini kami salinkan penafsiran pamarintah tentang keroegian masing masing orang jang mempoenjai dan memakai jang terboeat daripada batoe dan tembok; boleh dibilangkan rata-rata mendapat keroegian dan lagi mana-mana jang tiada memakai perkakas batoe dan tembok itoe tiadalah berapa berbahaja, hanjalah seoelah2 keroegian dari barang-barang di atas roemah jang rebah dan berpelantingan djatoeh seperti dari atas medja dan lemari pada rebah, jang mana isinja banjak jang mendjadi petjah dan roesak2, soenggoehpoen ada disalinkan sebagaimana penafsiran pamarintah barangkali ada djoega seboeah2 tertinggal atau barang kali marika jang poenja tiada memberi rapport tapi boleh dibilang paling sedikit jang tiap tiap roemah2 itoe taksiran kami menanggoeng keroegian djoega sekoerang2nja f 30 ke bawah, hal ini semata2 soedah takdir daripada Toehan Soebhanawataala melainkan kita perbanjak sabar moedah2an segira berganti oentoeng2 dengan karena bahaja ini terlimpahlah kemoerahan hati sanak saudara dan kaoem2nja dari jang kena bahaja ini memberi dan mengirimi boeat pengganti dan pemboeat segala perabot2 jang binasa itoe.
Pada malamnja karena atjap kali djoega dirasa tanah bergojang menjadikan banjak choeatir dihati segala pendoedoek akan naik dan tinggal di dalam roemah mendjadilah segala mereka bertempat dimana2 lapangan dan dalam parak-parak jang dirasa tiada berbahaja, itoepoen adalah beberapa hari lamanja ninik mamak penghoeloe2 dan orang toea toea meronda setiap2 malam itoe boeat mendjaga keselamatan anak kemenakannja, sebab meingat jang segala marika gedang ketjil laki2 perempoean berdiam di dalam pondok2 jang berdindingkan amboen dan angin, melihat keadaan jang sedemikian itoe berapa sedih dan beroerailah air mata kita mengenangkan segala perasaan segala kaoem2 kita itoe; dan pada siangnja di dalam panas jang terik boeat bersediakan makan dan minoemnja disertai djoega dengan ratap dan tangis segala marika; dan lagi jang mendjadikan sedih di hati kita segala barang maka nan amat soesah poela didapat sebabnja karena di negeri kita kebiasaan barang makanan sajoer2an datang dari loear negri dan dibeli kepakan2 apa maoe di kita tiap2 hari pakan tiada orang jang berdjoealan karena di negeri marika pendjoeal itoe sedemikian itoe poela, atas bahaja gempa itoe segala harga barang jang dipakai setiap-setiap hari mendjadikan mahal poela sebab djalan2 jang dilaloei kereta api dan pedati telah roesak2 poela seperti garam, minjak tanah sampai mendjadi lipat doea dan lipat tiga harganja; seperti di Boekit Tinggi adalah didjaga dengan keras oleh pemerintah soepaja saudagar saudagar tiada menaikkan harganja.
Maka melihat perhitoengan ini mendidihlah keringat kita, di tahoen mana moesim pabilakah rasanja dapat terdirikan koembali sekalian roemah2, dapoer2, djandjang2 dan koelah2 sekalian itoe, tapi soenggoehpoen demikian berdoalah kita, moedah-moedahan terboekalah pintoe rezki sekalian kaoem2 kita dan berhati rahimlah marikaitoe boeat pembantoe seisi negeri dan tanah ajernja.
Masdjid
Hal keadaan masdjid sangat benarlah menjedihkan hati kita karena tiada bisa ditempati sembahjang berdjoemaat, soenggoehpoen ada 2-3 boeah Soerau jang lain lebih bergandalah daripada masdjid itoe keroesakannja, oleh sebab jang demikian itoe tempat bersembahjang Djoemaat di tengah padang (sebelah kiri panggoeng Medan Moeda Setia) di tapi lebih2 lagi melihat keadaan yang setjara ini berdangoesanlah segala jang hadir dengan bertjoetjoeran ajer mata, apalagi melihat dan mendengarkan doanja toeankoe Imam (ankoe Hadji Abdoel Chalik) sesoedah bersembahjang itoe dengan meoeraikan ajer mata sekalian, maka sekalian orang-orang jang berdakatan dengan beliau soedah sedemikian itoe pula.
Mengenangkan keadaan ini telah bergiat hatinja ankoe2 pensioen dan ninik mamak penghoeloe2 dan sanak saudara orang tjerdik pandai beserta toeankoe Imam Chatib dalam negeri kita bermaksoed hendak melaloekan permintaan memboeat seboeah lijst akan dikirim kepada segala ankoe-ankoe jang makan gadji, soepaja beliau ini akan bermoerah hati memberi derma oentoek pendirikan Masdjid pengganti Masdjid Djoemaat jang telah roesak binasa ini, dengan mendirikan Comite oentoek Masdjid Djoemaat, Masdjid dihilir, dan di moedik beserta kantoor negri dan panggoeng Medan Moeda Setia jang telah habis binasa itoe, moedah-moedahan apabila e.e. itoe telah menerima lijst itoe, dengan segala soeka dan senang hatilah handaknja memberi derma itoe soepaja e.e. itoe terseboet namanja jang tjinta tanah ajer toempah darahnja serta membela nama kabaikan mendirikan kembali masdjid jang telah roentoeh binasa itoe apalagi hal keadaan negri kita selaloe didatangi oleh orang-orang bangsa asing, boleh dikata di dalam setiap-tiap pakan djaranglah jang tiada kelihatan auto2 dari Residentie2 lain datang mengoendjoengi negri kita, djika tak koendjoeng kita ichtiarkan mandirikannja tentoelah berasa segan dan maloe benarlah kita kepada orang loearan itoe, karena marika2 tentu mengetahoei jang anak negri Kota Gedang banjak yang berpentjarian karantau asing adanja.
Sumber: Soeara Kota Gedang  Tahoen ke X/No. 7/Juli 1926
Published in:
Label: | edit post
0 Responses
Album @94 SMA PAPA
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...