Share
Kenangan dulu ketika pada hari terakhir ujian. Setelah sekian hari di uji akan asupan ilmu yang kami dapati selama berguru di SMAN Padang panjang, Tibalah hari ini hari terakhir. Materi yang akan di uji untuk hari terakhir ini tidak lah sulit, seperti hari hari sebelumnya. Ada dua materi yang akan di uji pada saat ini. Yang pertama praktek mengambar dan yang kedua teori pendidikan jasmani.
  Bel tanda waktu ujian di mulai berbunyi, Anak anak dengan sigap mengeluarkan senjata pamungkas mereka masing masing. Mulai dari pengaris, Rautan pensil, penghapus, dan yang terakhir pencil. Buat coretan yang mungkin akan memiliki nilai seni di lembaran ujian mereka masing masing
 Kebetulan guru yang jadi mandornya (pengawas ujian ) kami saat ini adalah guru olah raga ( kalo ngak salah Pak MAS). Orangnya rada rada cuek dan suka ngerokok dalam kelas.Memiliki kumis melintang, berwajah sangar tapi baek hati (kata anak anak yang lain) Ke sekolah selalu mengendarai motor yamaha king dengan knalpot yang selalu melengking.
  Karena ujian mengambar (ngak mungkin bakalan nyontek) anak anak bebas berkeliaran dalam kelas, kata mandor kami. Tapi dengan syarat ngak boleh berisik.Karena pelajaran menggambar adalah salah satu hobi saya, saya tak langsung mengerjakannya. Padahal anak anak lain udah pada sibuk dengan corat coret pada kertas gambar mereka. Saya malahan jalan jalan dari satu meja teman ke meja teman lainya.
    Ya . . . angaplah  lagi  nyari inspirasi dulu , seperti maestro AFANDI.
  Setelah capek mutarin sekitar kelas, saya kembali ke meja saya. Cabut senjata pamungkas dan mulai beraksi. Hanya butuh waktu beberapa menit, semua inspirasi yang ada di benak saya telah tumpah diatas kertas . Sekarang hanya tingal finising nya saja. Cukup dengan memberi beberapa coretan samar memberikan bayangan, sehinga objek yang terlihat seperti hidup.
  Di meja depan terlihat mandor kami yang lagi asik membaca koran sambil menghisap rokok kreteknya.
Entah koran terbitan hari ini yang di bacanya atau koran minggu kemaren, kurang jadi perhatian bagi saya.Karena tiba tiba panitia ujian muncul dari pintu, sehinga menyita perhatian saya.
  Dia datang ngantarin soal untuk ujian berikutnya. Saya lirik jam tangan saya masih ada sisa waktu satu jam lagi untuk mata ujian menggambar.Sedangkan hasil gambar saya sudah 99% selesai.
  Setelah menerima soal ujian dan sedikit basa basi dengan  panitia ujian, mandor kami melipat koran nya.Dia pun berdiri dan berjalan mengitari kelas, untuk survei hasil kerja anak didik. Satu persatu hasil karya seni kawan kawan di amati oleh mandor kami.
  Penat berkeliling, sang mandor pun kembali ke depan kelas dan berkata. "bagi yang sudah selesai dengan pekerjanya di harap jangan mengganggu teman nya dan jangan berisik." Kemudian sang mandorpun berjalan keluar kelas. Ternyata di luar kelas ada beberapa orang mandor dari kelas tetangga yang lagi ngobrol, sambil mengawasi anak didiknya dari jendela kelas.
   Dengan keluarnya mandor dari ruang kelas kami, pikiran gila pun muncul di otak ini. Saya tengok ke belakang, teman saya yusran masih asik berkutat dengan karyanya.
"hey udakh siap belum " tanya saya pada yusran
"belum ......  masih banyak lagi " jawabnya sambil terus mencoret kertas gambar tampa melirik sedikit pun pada saya.
"Udah tinggalin aja dulu, lihat tu di depan" kata saya.Yusran pun melongok kedepan, dengan wajah binggung dan dia pun bertanya
" ada apa ? "
" Peratiin tuh yang di atas meja "
" emang kenapa dengan saol soal yang  ada di atas meja depan ?"
" dasar begok nih orang, sekarang begini " saya pun mengedarkan pandangan ke sekeliling kelas untuk menghindari kalau kalau ada kawan kawan yang memperhatikan atau mendengar percakapan kami. Karena pembicaraan ini sangat rahasia dan menyangkut masa depan saya.
  Setelah merasa aman baru saya teruskan obrolan saya.
" bodi kamu tu kan lebih besar dari saya, sangat cocok tuh buat ngalangin pandangan orang lain. Jadi sekarang kamu minta izin sama mandor. Mumpung dia lagi asik ngobrol di luar. Tapi pas kamu nyampe di pintu kelas kamu harus berdiri di sana beberapa saat, dan posisi kamu harus menghalangi pandangan mandor ke mejanya.Pada saat itu saya akan meletakkan hasil gambar saya yang sudah jadi di atas meja mandor dan menukarnya dengan soal ujian.
Bagai mana menurut kamu ?" tanya saya pada nya.
" sambil mangut mangut dan berfikir yusran pun menjawab " oke"
"Nanti soalnya kita bahas bersama di lapau ni ENA. kalo kamu mang dah oke knapa masih duduk, ayo jalan" ujar saya.
  Yusran berdiri dan mulai berjalan kedepan dan saya pun siap siap di posisi menunggu situasi yang tepat untuk mulai bergerak .....

bersambung..........






Label: | edit post
0 Responses
Album @94 SMA PAPA
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...